Rabu, 26 September 2018

Lindungi Keluarga dari dampak negatif Film dan Iklan Film


Sepenggalinfo.com – Guna lindungi masyarakat dan anak-anak dari pengaruh negatif film dan iklan film, Lembaga Sensor Film (LSF) gandeng Komunitas Blogger Bengkulu untuk sosialisasikan budaya sensor mandiri.
Disampaikan Noor Saadah selaku anggota komisi II Lembaga Sensor Film Bidang Hukum dan Advokasi bahwa keluarga merupakan bagian penting dalam melakukan sensor mandiri.
“pada saat menonton televisi, hendaknya kita selalu mendampingi anak-anak dan bantu menjelaskan kepada mereka tentang tayangan yang sedang ditonton tersebut,” ucap Noor saat menyampaikan materi di Kona Kito, tapak Paderi , Rabu (26/9).
Ditambahkan Noor orang tua harus pandai dalam memilah dan memilih tontonan terutama saat menonton di bioskop.
“film yang tayang di bioskop itu ada batasan usia, apabila kita pergi ke bioskop dan membawa anak untuk nonton maka pastikan film yang kita pilih adalah film yang sesuai dengan batas usia anak kita,” lanjutnya.
Sebagai contoh, lanjut Noor, film untuk usia berapa, tentang apa, bagaimana gambar adegan dialog dan suara dalam film, kemudian apa hikmah yang dapat kita ambil dalam film tersebut haruslah kita jelaskan kepada anak-anak.
“tidak semua film itu cocok untuk semua umur, karena ada bayasan kategori klasifikasi usia yang telah ditetapkan oleh Lembaga Sensor Film maka dampingi anak saat menonton, ” tutupnya.
Sebagai informasi, ada empat kategori klasifikasi usia yang telah ditetapkan oleh lembaga sensor film yaitu Semua Umur (SU) penonton semua umur yaitu film dan iklan film dengan ini berisi judul tema gambar, adegan, suara, dan teks terjemahan yang tidak merugikan perkembangan kesehatan fisik dan jiwa anak, 13+ penonton Usia tiga belas tahun atau lebih, 17+ penonton usia 17 tahun atau lebih, dan 21+ yaitu penonton usia 21 tahun atau lebih.
Kegiatan ini juga didukung oleh Caribengkulu.com, Mildaini.com, Riafasha.com, Tanjungbungo.com, dan Sepenggalinfo.com sebagai media partner serta Central Elektro Bengkulu, Bengkulu Youth Forum, Relawan TIK Bengkulu, English Academy, Blogger FLP, Rafflesia Motion, UNIB dan UMB. 

8 komentar

27 September 2018 05.44 Delete comments

Alhandulillah... sudah sadar dini sensor mandiri tontonan keluarga, terkhusus anak-anak. Maklum punya banyak anak, kudu sadar selalu di setiap lini.... klo gak brabe dan pusying sendiri....

Reply
avatar
27 September 2018 06.21 Delete comments

Serangan cukup gencar dari media informasi yang tanpa batas waktu hingga selesainya gelombang mikroskopik di atmosfer ini habis. menyasar sampai kamar tidur anda. Sensor dari diri sendiri dan keluarga untuk keselamtan bangsa.

Reply
avatar
27 September 2018 06.54 Delete comments

Bener, harus didampingi anak-anaknya. Mulai dari film yang ditonton bersama sampai ke yang ditonton anak di youtube. Sebaiknya sebelum anak mengerti bagaimana memakai internet, downloadkan video2 anak kemudian beritahu mereka, kalau nonton lewat download aja..

kasihan mak-maknya kehabisan kuota karena anaknya diajarin streaming bukannya download hehehe

Reply
avatar
27 September 2018 14.41 Delete comments

iya tuh, kadang kasihan pas ke bioskop lihat ada yang bawa ana kecil padahal film yang tayang ga layak untuk anak kecil

Reply
avatar
27 September 2018 20.58 Delete comments

Tontonan yang sudah lulus sensor, tetap harus kita sensor mandiri ya layak atau tidak untuk kita tonton.

Reply
avatar
28 September 2018 20.19 Delete comments

Acaranya keren bgt. Nambah wawasan baru buat kita .

Reply
avatar
28 September 2018 20.28 Delete comments

Seru bangett ya kegiatannya. Pengen ikut lagiii

Reply
avatar
28 September 2018 21.15 Delete comments

Acaranya kemarin seru banget, semoga next time ada lagi event seramai ini dari Bobe :)

Reply
avatar

Silahkan komentar tanpa menyinggung pihak manapun
EmoticonEmoticon